Terkait Gaji 25 Persen, Begini Respon Pemain PSM

BERITAMAKASSAR.com — Setelah pihak asosiasi sepakbola tertinggi Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), menetapkan status kompetisi Indonesia dalam keadaan Force Majeure, hal ini langsung berimbas pada pendapatan pemain.

Bagaimana tidak, PSSI dan klub menyepakati gaji pemain hanya 25% saja yang harus dibayarkan. Hal ini tidak lepas dari dampak penyebaran Covid-19 yang melanda Indonesia.

Menanggapi hal ini, sejumlah pemain PSM Makassar tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa berharap kebaikan dari klub terkait gaji mereka.

“Sebelumnya kita juga sudah tau mas, karena di kontrak tertulis adanya poin Force Majeure. Jadi kami sebagai pemain hanya mengacu dan ikut kontrak saja mas,” terang Dedi Gusmawan.

Meski begitu, pemilik nomor punggung 18 di PSM Makassar ini enggan membeberkan terkait gajinya di bulan sebelumnya, apakah sudah terbayar atau belum.

“Mas aja ketawa, berarti kan udah tau jawabannya,” ujar Dedi sembari berkelakar.

Bukan hanya Dedi Gusmawan saja, winger Juku Eja yang sebelumnya merumput bersama Madura United, Bayu Gatra, juga berharap sekiranya klub mau berbaik hati memberi gaji lebih dari 25 persen yang tertera dalam kontrak.

“Saya pasrahkan sama klub mas. Kalau bisa lebih Alhamdulillah. Apalagi kalau full mas,” beber Bayu Gatra.

Berbeda dengan Dedi Gusmawan yang enggan membeberkan status gajinya di bulan sebelumnya, Bayu justru mengaku bahwa gajinya sudah terbayarkan dari PSM Makassar.

“Sudah mas. Kemarin (gaji) sudah dibayar mas,” terang pria 27 tahun tersebut.

Meski pemain hanya busa pasrah dengan kondisi tersebut, tetapi keputusan PSSI sempat mendapat penolakan dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

APPI menilai bahwa keputusan PSSI tersebut terkesan sebelah pihak. Sebab dalam proses pengambilan keputusan tidak melibatkan pihak pemain.

Selain APPI, PSSI juga sempat mendapat sorotan dari FIF Pro terkait pemotongan 75 persen gaji pemain.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Widyawan Setiadi

Widyawan Setiadi, lebih akrab disapa Bang O. Hoby main, ngopi, ngobrol, sesekali bermusik dan berpuisi. Ketika ditanya Motto, saya lebih senang menjawab "Rajin belajar, Giat berjuang, Berhenti berkiblat".