Jika Kompetisi Dipusatkan di Pulau Jawa, PSM Minta Pertandingan Digelar Tanpa Penonton

BERITAMAKASSAR.com — Asosiasi tertinggi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), melalui ketua umum mereka, Mohammad Iriawan, mengusulkan agar kompetisi Liga 1 tetap dilanjutkan tetapi dipusatkan di Pulau Jawa.

Rencananya Liga 1 bakal digelar kembali pada pekan keempat bulan September 2020 mendatang. Hal itu diusulkan dalam rapat virtual bersama para pemilik klub Liga 1 dan Liga 2.

Salah satu pertimbangan yang dijadikan alasan pemusatan kompetisi di pulau Jawa adalah infrastruktur yang cukup memadai.

Untuk menunjang hal tersebut, masing-masing klub akan diberi subsidi sebesar 800 juta rupiah. Selain itu, Liga 1 juga tidak akan menerapkan sistem degradasi dan akan diambil dua tim dari Liga 2 yang naik kasta, sehingga kompetisi Liga 1 2021 akan diikuti 20 peserta.

Meski begitu, keputusan tersebut belum final sebab masih akan dibahas dalam rapat Exco beberapa waktu mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Official (CEO) PSM Makassar. munafri Arifuddin, meminta agar keputusan yang akan diambil bisa mempertimbangkan berbagai aspek.

Salah satu hal yang diusulkan Munafri adalah menggelar kompetisi tanpa melibatkan penonton di dalam lapangan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada tim yang merasa dirugikan.

“Kalaupun kompetisi harus dipusatkan di Pulau Jawa, idealnya digelar tanpa penonton. Karena tidak adil untuk tim-tim musafir yang datang ke Pulau Jawa untuk bertanding,” terang pria yang akrab disapa Appi tersebut.

Selain digelar tanpa penonton, Appi juga meminta agar protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan.

“Yang penting adalah protokol kesehatan dan semua harus tunduk dengan protokol yang dibuat nanti. Misalnya ada satu saja pemain yang positif, tentu perlu dipertimbangkan satu tim dikarantina atau bagaiman,” tegasnya.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Widyawan Setiadi

Widyawan Setiadi, lebih akrab disapa Bang O. Hoby main, ngopi, ngobrol, sesekali bermusik dan berpuisi. Ketika ditanya Motto, saya lebih senang menjawab "Rajin belajar, Giat berjuang, Berhenti berkiblat".