Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Teten: Manajemen rantai pasok jadi tantangan utama pasar produk UMKM

  • Share



Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan masalah manajemen rantai pasok (supply chain) menjadi tantangan utama bagi pengembangan pasar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Padahal, Indonesia memiliki banyak produk dengan aneka jenis dan ragam. Tapi, kapasitas produksi para pelakunya masih kecil-kecil,” ujarnya dalam kegiatan Bazar Indonesia Hits di Kota Bogor Jawa Barat sebagaimana dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu.

Dia mencontohkan, permintaan gula semut dari Eropa dan Amerika Serikat begitu besar. Namun, para pelaku UMKM terutama yang masih level mikro dan kecil perlu terus mendapatkan agregasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, Teten menyambut baik sebuah platform digital bernama BogorHitz Commerce sebagai wadah produk-produk UMKM unggulan Kota Bogor dan Bogor Raya yang diharapkan dapat bersaing di skala internasional.

Baca juga: Koperasi dan UKM dalam rantai pasok industri

“Saya selalu mengajak para kepala daerah untuk memilih dan menentukan satu atau beberapa produk unggulan khas daerahnya untuk kita kembangkan kualitas produk dan pemasarannya,” ucapnya.

Menkop menekankan pentingnya transformasi digital UMKM karena diproyeksikan kekuatan ekonomi digital Indonesia akan bertumbuh delapan kali lipat di 2030 atau mencapai Rp4.531 triliun.

Dengan potensi tersebut, pihaknya disebut terus mempercepat UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital. Saat ini, telah mencapai 24,9 persen atau sebesar 16,4 juta UMKM yang sudah onboarding.

Baca juga: UMKM masuk rantai pasok BUMN dengan nilai kerja sama Rp52,23 miliar

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan produk UMKM harus mendapat sentuhan khusus agar lebih diminati pasar global yakni dengan memberikan nuansa modern sekaligus menonjolkan sisi etnik atau nuansa lokalnya.

Pada tahun depan, Pemkot Bogor dikatakan akan membangun pedestrian di seputaran Jalan Pajajaran yang banyak dikelilingi kuliner khas Bogor, kafe, restoran, hingga hotel.

“Saya menyebut langkah ini sebagai nasionalisme kosmopolitan,” ungkap Bima.

Sebagai informasi, acara tersebut menampilkan kolaborasi UMKM Pembatik Bogor dan tiga desainer dari Kota Bogor, diselenggarakan PT Bawa Indonesia Global (BIG).

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *