Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Kepala BNPB: Segera bentuk posko terpadu tanggap darurat erupsi Semeru

  • Share



perlu segera dibentuk posko terpadu tanggap darurat bencana untuk memastikan penanganan erupsi Gunung Semeru, …

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto meminta segera dibentuk posko terpadu tanggap darurat bencana untuk memastikan konsolidasi data, koordinasi giat pencarian, evakuasi, dan penanganan pengungsi erupsi Semeru berjalan baik.

Berdasarkan keterangan BNPB yang diterima di Jakarta pada Minggu, Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Lumajang, Minggu, meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah efektif berkolaborasi melakukan penanganan darurat.

Untuk itu, dia menyampaikan perlu segera dibentuk posko terpadu tanggap darurat bencana untuk memastikan penanganan erupsi Gunung Semeru, baik terkait data, koordinasi giat pencarian evakuasi dan penanganan pengungsi dapat berjalan dengan baik.

Baca juga: BNPB kirim bantuan senilai Rp1,1 miliar untuk pengungsi Semeru

BNPB sendiri akan menurunkan tiga helikopter yang nanti dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat. Sementara untuk alat berat akan didukung dari Batalyon 527.

“Dukungan-dukungan ini agar dimanfaatkan sebaik-sebaiknya untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, BNPB juga telah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pendampingan penangan darurat kepada pemerintah daerah di lokasi.

Baca juga: DMI dorong masjid jadi lokasi evakuasi korban erupsi Semeru

Bantuan awal yang telah diberikan bentuk respons cepat terhadap kejadian tersebut berupa 1.374 paket makanan siap saji, 1.377 paket lauk pauk, 2.000 lembar selimut, 900 lembar matras, 20.000 masker KF94 dan dua unit tenda pengungsi.

Suharyanto juga meminta pasokan kebutuhan pengungsi untuk dipastikan ketersediaannya.

“Tolong dipastikan tersedia dan cukup. Apabila kurang, mohon untuk dilaporkan agar kami bisa segera bergerak,” demikian Suharyanto.

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *