Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Keliling Dunia Pakai Kapal, Pasangan Ini Tak Tahu Ada Pandemi Corona

  • Share
Pasangan Elena Dan Ryan Tak Tahu Ada Pandemi Corona Selama Berlayar Di Lautan. (Foto: Facebook)
Mereka baru tahu ada pandemi saat mau bersandar di pelabuhan.

BeritaMakassar.com – Di zaman serba digital di mana berita besar dan penting mudah tersebar, ternyata masih ada manusia di Bumi ini yang tidak tahu tentang pandemi Covid-19.

Pasangan Elena Manighetti dan Ryan Osborne dari Manchester, Inggris, mengaku tidak tahu tentang pandemi virus corona.

Mereka baru mengerti tentang pandemi yang mematikan itu ketika tiba di sebuah negara kepulauan di Laut Karibia.

Keliling Dunia Pakai Kapal

Ya, Elena dan Ryan adalah pasangan suami istri yang gemar berpetualang. Setelah memutuskan keluar dari pekerjaan untuk berkeliling dunia menaiki kapal.

Meski berada di tengah lautan, Elena dan Ryan tetap berkomunikasi dengan keluarga. Tapi mereka tidak ingin mendengar kabar yang tidak menyenangkan selama berlayar.

Baru Tahu Corona Menyebar ke Seluruh Dunia

Elena mengatakan kepada BBC bahwa pada bulan Februari mereka sebenarnya sudah mendengar ada virus di China. Tetapi saat itu informasi yang mereka dapat sangat terbatas.

” Kami baru mengetahui secara lengkap saat kami sampai di Karibia setelah berlayar selama 25 hari,” kata Elena.

” Ketika kami tiba di pelabuhan, kami baru sadar bahwa virus itu belum reda dan seluruh dunia sekarang terinfeksi,” timpal Ryan.

Mengarungi Samudera Atlantik

Elena sendiri berasal dari Lombardy di Italia utara, yang merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak virus corona.

Pasangan ini berhenti dari pekerjaan mereka pada tahun 2017 dan memutuskan untuk melakukan perjalanan keliling dunia.

Pada bulan Februari 2020, mereka berniat mengarungi Samudera Atlantik dengan membeli perahu untuk berlayar dari Kepulauan Canary ke Laut Karibia.

Dikarantina di Kapal Sendiri

Tapi ketika tiba di Saint Vincent dan Grenadine pada pertengahan Maret, mereka melihat perbatasan negara kepulauan di Laut Karibia itu ditutup.

” Kami memberitahu kontak kami di pantai bahwa kami tidak ingin mendengar kabar buruk karena itu akan menyulitkan kami,” kata Elena.

Awalnya mereka dilarang untuk masuk perbatasan Saint Vincent dan Grenadine karena takut menularkan virus.

Tapi setelah menunjukkan GPS bahwa selama 25 hari terakhir mereka di lautan, Elena dan Ryan diizinkan berlabuh. Pasangan ini menjalani karantina mandiri di kapal mereka.

Saat ini Elena dan Ryan hanya bisa menunggu di kapal mereka di Bequi, Saint Vincent, dan tidak dapat melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Sumber : https://www.dream.co.id/

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *