Indonesia Belum Masuk 10 Besar Ekosistem Terbaik Makanan Halal

BERITAMAKASSAR.com — Pada tahun 2018 Indonesia berhasil menduduki peringkat 10, mengalahkan Brunei Darussalam dan Bangladesh, yang didorong oleh peningkatan ranking dalam halal food ranking. Demikian yang dikatakan Kepala Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso dalam acara pembukaan Pekan Ekonomi Syariah 2019 di Makassar, Jumat (16/8/19).

Hal ini menunjukkan hasil yang baik dari upaya pengembangan Ekonomi Islam khususnya di bidang makanan dan minuman. Hanya saja, kata Bambang, peningkatan ranking tersebut rupanya belum mampu membuat Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekosistem terbaik di bidang makanan halal. Malah, Indonesia kalah dari Australia yang notabene bukan negara mayoritas Muslim.

“Pada bidang makanan halal, Indonesia masih berada di  bawah UAE, Malaysia dan negara Timur Tengah lainnya, bahkan juga kalah dari Australia (peringkat 6) yang justru bukan negara mayoritas muslim,” ujarnya.

Indonesia juga belum masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekosistem terbaik dalam ketegori halal media and recreation dan halal pharmaceuticals and cosmetics. Bambang menyebut Indonesia masih menjadi pasar terbesar dunia dalam hal konsumsi produk barang/jasa syariah.

“Berdasarkan Global State Islamic Economy Report 2019, dari keenam sektor industri  halal food, Islamic finance, halal travel, modest fashion,  halal media and recreation, halal pharmaceuticals and cosmetics, Indonesia sebagai 10 besar pemain utama sektor idustri tersebut hanya pada 3  sektor, yaitu Islamic finance peringkat 4, halal travel peringkat 4, modest fashion peringkat 2,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Bambang dalam rangka mencapai Visi dan Misi pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia mengeluarkan dan melaksanakan kebijakan, salah satunya terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan 3 strategi utama yaitu penguatan ekonomi syariah melalui penguatan kelembagaan, infrastruktur pendukung dan halal value chain, penguatan sektor keuangan syariah untuk pembiayaan, enguatan riset, asesmen dan edukasi.

Di samping itu, BI juga menggelar Festival Ekonomi Syariah Regional (FESYAR) telah secara rutin menjadi event tahunan yang dikoordinasikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.

Penulis : Muhajir MA
Editor : Wardi

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Muhajir MA

Hobi membeli buku namun malas membaca. Menyukai sastra, film, dan filsafat. Membenci kuliah namun akhirnya menjadi mahasiswa pascasarjana di UNM. Kuli tinta. Orangnya rumit, tukang mikir. Hubungi saya via facebook dan follow di instagram @muhajir_m.a