Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Dorong pemulihan dari pandemi, RI gencarkan diplomasi ekonomi

  • Share



Jakarta (ANTARA) –
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan sejumlah capaian diplomasi ekonomi Indonesia yang telah dilakukan sepanjang tahun 2021, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) yang dipantau dari Jakarta, Kamis, dikatakan bahwa salah satu upaya yang telah dilakukan yakni melalui penyelenggaraan sejumlah forum bisnis.

Pada 2021 lalu, Indonesia menggelar forum bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum/INA-LAC) yang ketiga serta Indonesia-Central and Eastern Europe (INA-CEE) Business Forum 2021.

Kedua forum tersebut, masing-masing menghasilkan transaksi dan potensi bisnis sebesar Rp1,23 triliun dan Rp44 miliar.

“Indonesia juga berpartisipasi pada Dubai Expo 2020 dan komitmen investasi saat kunjungan Presiden di Uni Emirat Arab sebesar 44,6 miliar dolar AS,” papar Menlu.

Selain itu, pemerintah juga melakukan diplomasi penguatan ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi hijau, termasuk melalui penyelenggaraan ASEAN Creative Economy Business Forum.

Selain itu, Indonesia juga melakukan promosi investasi ekonomi hijau dan transisi energi bersama pelaku bisnis Inggris di sela-sela pertemuan COP26 di Glasgow, Skotlandia, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar 9,29 miliar dolar AS.

Pemerintah Prancis juga memberikan komitmen pendanaan proyek transisi energi senilai 500 juta euro.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Pacific Exposition kedua yang digelar secara virtual pada Oktober 2021 juga dikunjungi oleh 11 ribu orang dan menghasilkan transaksi sebesar 104 juta dolar AS.

Di samping berbagai forum bisnis yang telah diselenggarakan dan diikuti, diplomasi Indonesia juga bergerak untuk membentuk travel corridor arrangement (TCA) yang bertujuan untuk memulihkan kegiatan perjalanan lintas batas yang aman.

“Saling-pengakuan sertifikat vaksinasi dan inter-opera-bilitas platform juga terus dijajaki. Pembahasan intensif sedang dilakukan dengan Malaysia, Singapura, Arab Saudi, India, Australia, Uni Emirat Arab, Turki, Belanda, Serbia, Hungaria, Ukraina, Kazakhstan, dan Uni Eropa,” jelas Menlu.

Baca juga: Forum bisnis Indonesia-Amerika Latin hasilkan transaksi Rp1 triliun

Baca juga: Angkat diplomasi ekonomi Indonesia, tujuh importir HK terima anugerah

Baca juga: Menlu : Diplomasi vaksin bangun resiliensi kesehatan-pemulihan ekonomi

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2022



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *