Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Menag Yaqut: Pemberian izin “boarding school” diperketat

  • Share



perizinan atau rekomendasi dari Kemenag, saat ini tidak boleh hanya berupa kertas saja

Cirebon (ANTARA) – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan akan memperketat pemberian izin pendirian “boarding school” atau sekolah berbasis asrama maupun sejenisnya, agar bisa terpantau dengan baik.

“Kami akan perbaiki mekanisme izin operasional ‘boarding school‘ dan sejenisnya,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Cirebon, Selasa.

Menag Yaqut mengatakan perizinan atau rekomendasi dari Kemenag saat ini tidak boleh hanya berupa kertas saja tanpa disertai verifikasi langsung ke lapangan.

Verifikasi tersebut lanjut Menag Yaqut bertujuan untuk mengetahui secara langsung aktivitas yang ada di dalam “boarding school” maupun semacamnya  barulah setelah itu rekomendasi bisa dikeluarkan

“Tidak boleh rekomendasi yang muncul dari Kementerian Agama itu hanya berupa kertas, harus datang lihat, dan saksikan kemudian baru keluar izin,” tuturnya.

Ia mengatakan terkuaknya kasus seksual di lembaga pendidikan di Bandung, menjadi salah satu alasan kenapa perizinan perlu diperketat kembali, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menag Yaqut tidak memungkiri bahwa kejadian kekerasan seksual bukan hanya terjadi di Bandung saja, namun kasus tersebut merupakan penemuan awal.

“Apa yang kita khawatirkan, pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang belakangan ini kita dapati di ‘boarding school‘ itu, itu hanya puncak gunung es kita mau selesaikan ini, mudah-mudahan tidak ada lagi kasus serupa,” katanya.

Baca juga: APBGATI desak sahkan RUU TPKS menyusul maraknya kekerasan seksual

Baca juga: Kemenag susun strategi cegah kekerasan seksual di lembaga pendidikan

Baca juga: Kemenag Jakarta Selatan perketat pengawasan lembaga pendididikan

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *