Berita  

Pertama sejak 2017, Presiden Mesir cabut status keadaan darurat

[ad_1]

Mesir sudah menjadi … oasis keamanan dan stabilitas di kawasan,

Kairo (ANTARA) – Status darurat Mesir akan dicabut untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun diterapkan, kata Presiden Abdel Fattah al-Sisi, Senin (25/10).

Mesir mulai memberlakukan keadaan darurat pada April 2017 setelah pengeboman terjadi pada sejumlah gereja.

Sejak itu, status tersebut secara rutin diperpanjang masing-masing dalam periode tiga bulan kendati situasi keamanan sudah membaik.

“Mesir sudah menjadi … oasis keamanan dan stabilitas di kawasan,” tulis Sisi di Facebook.

“Karena itu diputuskan, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, bahwa perpanjangan keadaan darurat di semua wilayah negara ini dibatalkan,” kata Sisi.

Sebelumnya, pihak berwenang berdasarkan status darurat memiliki kekuasaan luas untuk menahan atau menindak orang-orang yang disebut otoritas sebagai musuh negara.

Status itu diterapkan selama perpanjangan masa penindakan keras terhadap perbedaan pendapat di bawah pemerintahan Sisi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Mesir tekankan upaya pembangunan kembali Jalur Gaza

Baca juga: Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin


 

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *