Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Emas naik 3,8 dolar, setelah “greenback” jatuh dan ekonomi AS melambat

  • Share



Chicago (ANTARA) – Harga emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 dolar AS, karena permintaan terhadap aset safe-haven terangkat oleh dolar yang melemah dan data pertumbuhan ekonomi AS yang paling rendah dalam lebih dari setahun terakhir.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terkerek 3,8 dolar AS atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 1.802,60 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (27/10/2021), emas berjangka menguat 5,4 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.798,80 dolar AS.

Emas berjangka merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS pada Selasa (26/10/2021), setelah bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.806,80 dolar AS pada Senin (25/10/2021), dan melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS pada Jumat (22/10/2021).

“Pertumbuhan ekonomi melambat di AS dan itu akan mendukung pasar emas dalam perspektif bahwa Federal Reserve akan cenderung mengurangi pembelian aset lebih cepat atau prospek suku bunga yang lebih tinggi akan dibatasi,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (28/10/2021) bahwa Produk Domestik Bruto AS hanya naik 2,0 persen pada kuartal ketiga, turun dari pertumbuhan 6,7 persen pada kuartal kedua, karena kebangkitan kasus COVID-19 semakin memperketat rantai pasokan global, yang menghambat pengeluaran konsumen.

Emas menemukan dukungan tambahan karena indeks dolar AS turun 0,6 persen terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terendah satu bulan, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri.

“Emas dianggap sebagai salah satu lindung nilai klasik terhadap tekanan inflasi, merupakan faktor pendukung yang mendasari pasar emas bergerak maju, dan kami melihat harga emas dan perak bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan,” kata Meger.

Bank Sentral Eropa pada Kamis (28/10/2021) memutuskan untuk membiarkan kebijakan moneternya tidak berubah, sedangkan Bank Sentral Kanada mengatakan akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif, mengincar untuk akhirnya menaikkan suku bunga.

Pasar sekarang fokus pada pertemuan Federal Reserve AS pada 2-3 November, yang akan lebih penting untuk emas setelah komentar kepala Jerome Powell baru-baru ini tentang pengurangan pembelian aset.

Tapering seharusnya sudah baik dan benar-benar diabaikan, meskipun pasti ada reaksi spontan yang berumur pendek terhadap pernyataan Fed Rabu depan – selalu ada,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

Logam mulia lainnya, p​​​​erak untuk pengiriman Desember turun 7,1 sen atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 24,12 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 4,6 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.023,90 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik, imbal hasil obligasi AS melemah, fokus pertemuan ECB, BOJ

Baca juga: Emas terdongkrak 5,4 dolar karena imbal hasil AS dan “greenback” jatuh

Baca juga: Harga emas jatuh di pasar Asia, jelang pertemuan bank sentral

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *