Menu
Portal Berita Kebanggaan Makassar

Tak Mau Ikuti Instruksi Karantina Mandiri, 2 Warga di Sragen Dimasukkan ke Dalam Rumah Angker

  • Share
Ilustrasi rumah angker (Foto:liputan6.com)

Ada saja sejumlah warga yang tak mematuhi aturan tersebut.

BeritaMakassar.com – Ditengah pandemi virus Corona di Indonesia, sejumlah wilayah menerepkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lakukan karantina mandiri.

Namun ditengah penerapan aturan tersebut, ada saja sejumlah warga yang tak mematuhi aturan tersebut. Alhasil pemerintah setempat lakukan penegakan disiplin dengan cara yang cukup keras, salah satunya seperti yang terjadi di Sragen berikut ini.

Rumah angker mengantisipasi warga yang bandel enggan melaksanakan karantina mandiri.

Melansir laman salah satu media lokal setempat, Senin (20/04/2020), Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengambil langkah disiplin yang tegas untuk mengantisipasi warga yang bandel enggan melaksanakan karantina mandiri.

Ia meminta jajarannya menyiapkan rumah kosong angker untuk dipakai warga yang bandel enggan karantina mandiri di kawasan Sragen.

2 warga dikarantina di rumah angker yang berada di tengah sawah pedesaan.

Benar saja, ada laporan ada dua warga Plupuh, Sragen, yang enggan dikarantina. Dia pun meminta Camat Miri, Sragen, untuk membersihkan rumah angker di tengah sawah sebagai tempat karantina mandiri bagi warga yang bandel.

“Salah satu desa di Plupuh tadi melapor. Ada dua warga di Plupuh yang sepakat dan mau karantina mandiri, tetapi di tengah jalan melanggar komitmen itu. Akhirnya, dua warga itu dimasukan ke rumah kosong dan berhantu lalu dikunci dari luar. Kalau mereka itu bisa patuh mestinya tidak sampai dimasukkan ke rumah kosong dan dikunci dari luar,” ungkapnya.

Lima orang yang positif Covid-19, semua memiliki riwayat perjalanan ke luar Sragen.

Ia menjelaskan karantina mandiri itu harus disadari semua pihak, jika penanganan Covid-19 dilakukan dengan maksimal, maka tidak mungkin ada lagi pasien positif corona yang sekarang menjadi lima orang. Lima orang yang positif Covid-19, semua memiliki riwayat perjalanan ke luar Sragen.

Yuni mengingatkan warga Sragen agar wajib memakai masker saat keluar rumah. Dia meminta adanya semua pihak bergerak untuk saling mengingatkan bahwa memakai masker itu kewajiban. Yuni mengaku sudah proses pengadaan satu juta masker.

Sumber : https://planet.merdeka.com/

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *