Categories: EkonomiSulsel

BI: Sulsel Daerah Potensial Pengembangan Ekonomi Halal

BERITAMAKASSAR.com — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bambang Kusmiarso memandang, Sulawesi Selatan sebagai daerah yang memiliki potensi dan keunggulan untuk pengembangan ekonomi halal. Meski demikian, Sulsel masih menemui sejumlah kendala dalam pengembangan produk halal.

Diantaranya adalah belum tercapainya kesadaran kolektif untuk menjadikan produk halal, baik dari sisi produsen maupun konsumen, dalam memenuhi tuntutan kehalalan dalam perspektif agama dan hambatan biaya bagi sertifikasi untuk UMKM.

Hal tersebut diungkapkan dalam sambutannya saat membuka kegiatan seminar “Pengembangan Ekonomi Regional Berbasis Syariah Melalui Implementasi Perda Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal”, di Baruga Phinisi kantor Perwakilan BI Sulsel, Jl Jend Sudirman, Makassar, Kamis (15/8/19). Seminar tersebut adalah rangkaian acara dari Pekan Ekonomi Syariah Makassar 2019.

Kata Bambang, data LPPOM MUI menyebutkan bahwa sejak tahun 2012 hingga 2018, hanya 10% dari total produk beredar baik pangan, kosmetika, dan obat-obatan yang telah bersertifikasi halal atau sebanyak 688.615 produk. Sedangkan jumlah perusahaan yang bersertifikat halal 55.626 unit, dan jumlah pemegang sertifikat halal sebanyak 65.116 buah. Oleh karena itu, sertifikasi produk halal masih berpotensi untuk dikembangkan.

Mencermati kondisi tersebut, Bank Indonesia bersama berbagai pihak baik MES, MUI dan DPRD Sulsel menginisiasi perumusan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal yang diharapkan menjadi pemantik tumbuh dan berkembangnya industri dan produk halal di Sulawesi Selatan. “Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan Raperda ini, diantaranya DPRD Sulsel, MUI, MES Sulsel dan pihak terkait lainnya,” sambung Bambang.

Saat ini, lanjut Bambang, Peraturan Daerah terkait pembinaan dan pengawasan produk halal tengah dalam tahap finalisasi penyusunan. Peraturan tersebut nantinya akan mengatur seputar pembinaan kepada pelaku usaha dan penyedia bahan baku serta pengawasan atas produk halal. “Hal ini merupakan potensi bagi Indonesia untuk mengembangkan pembinaan dan pengawasan produk halal,” tandasnya. 

Penulis : Muhajir MA
Editor : Wardi

Muhajir MA

Hobi membeli buku namun malas membaca. Menyukai sastra, film, dan filsafat. Membenci kuliah namun akhirnya menjadi mahasiswa pascasarjana di UNM. Kuli tinta. Orangnya rumit, tukang mikir. Hubungi saya via facebook dan follow di instagram @muhajir_m.a

Recent Posts

Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia Ramaikan Konferensi Biogas Asia Pasifik

BERITAMAKASSAR.com -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyelenggarakan Biogas Asia Pacific Forum 2019 selama dua hari, Selasa dan Rabu, 26-27…

1 week ago

Jum’at Berkah, 200 Nasi Kuning Gratis Habis dalam waktu setengah Jam

BERITAMAKASSAR.com -- Kuliner Paccerakang setiap jum'at rutin melakukan kegiatan Sosial berupa pembagian Nasi Kuning Gratis di jalan poros Paccerakang. Pada…

3 weeks ago

IDI Cabang Gowa Gelar Bakti Sosial di Pesantren Darul Istiqomah Timbuseng

BERITAMAKASSAR.com -- Dalam rangka memperingati Hari Bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-69, IDI cabang Gowa menggelar bakti sosial di Pesantren…

3 weeks ago

PSM Makassar Kembali Menelan Hasil Minor Saat Tandang

BERITAMAKASSAR.com -- PSM Makassar kembali meraih hasil minor saat melakoni laga tandang melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangka…

4 weeks ago

PSM Makassar Targetkan Pecah Telur di Stadion Tuah Pahoe

BERITAMAKASSAR.com -- PSM Makassar dijadwalkan menghadapi Kalteng Putra dalam laga tunda pekan ke-10 Shopee Liga 1 2019  di Stadion Tuah Pahoe, Kota…

4 weeks ago

PSM Berhasil Memetik Kemenangan Atas Tamunya Kalteng Putra

BERITAMAKASSAR.com -- PSM Makassar berhasil meraih tiga poin penting dengan mengalahkan Kalteng Putera 2-1 pada laga pekan ke-27 Shopee Liga 1…

4 weeks ago